pengertian aliran seni lukis


.

Impresionisme

Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa.
Pengaruh impresionisme dalam seni rupa juga merambah ke bidang musik dan sastra.
Seniman impresionisme pada awalnya terinspirasi oleh teori-teori Eugene Delacroix yang mulai merasakan ketidakpuasan terhadap perkembangan seni akademis pada masa itu yang terlalu berkonsentrasi kepada mahzab seni lukis klasik. Ia berpendapat bahwa lukisan tidak selamanya dibentuk dengan pengolahan garis secara berlebihan seperti dikembangkan oleh Ingres selama bertahun-tahun. Sebaliknya pengolahan bidang-bidang warna dengan penuh perhitungan akan menghasilkan bentuk lukisan yang tidak kalah menariknya.
Namun Delacroix sendiri bisa dianggap gagal melepaskan diri dari pengaruh pakem seni lukis akademi karena bagaimanapun lukisannya sendiri masih berkonsentrasi pada bentuk-bentuk secara ideal.
Kemudian beberapa pelukis secara radikal melanggar aturan-aturan akademis dalam pembuatan lukisan. Lukisan ini tidak lagi berkonsentrasi pada bentuk secara mendetail dengan mementingkan konturvolume, dan garis. Juga meninggalkan pengamatan struktural bentuk suatu objek. Sebaliknya, suasana didapatkan dengan menangkap kesan (impresi) cahaya yang ditangkap sekilas oleh mata. Akibatnya bentuk objek menjadi lebih sederhana, tidak seperti lukisan naturalismeatau realisme.
Pada awalnya tidak hanya lukisan still life dan potret saja yang dibuat di dalam ruangan, tetapi juga pemandangan. Hal inilah yang kemudian mendorong seniman impresionis untuk menemukan bahwa ada kesan yang berbeda didapatkan jika lukisan dibuat di area terbuka dengan langsung mengamati objek yang dibuat. Mereka memakai goresan warna-warna pendek, pecah, dan sekaligus murni (dengan arti tidak disengajakan untuk dicampur di atas palet) untuk memberikan nyawa kepada lukisan. Penekanan lukisan kemudian bergeser kepada kesan keseluruhan daripada detail-detail objek tertentu.
Perkembangan selanjutnya dari impresionisme adalah penemuan bahwa yang lebih penting daripada teknik impresionisme sendiri adalah pembedaan dalam sudut pandang. Impresionisme sebenarnya adalah seni pergerakan, pose, dan komposisi dari permainan kesan cahaya yang dituangkan dalam warna-warna cerah dan bervariasi.









EKSPRESIONISME

Dalam teori, lukisan ekspresionisme berusaha menggambarkan atau melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan kearah suasana bentuk dan warna guna melahirkan emosi ataupun sensasi dari dalam berupa gambaran tragedi, kekerasan serta berbagai dinamika dan peristiwa yang direkam pelukis untuk divisualisasikan kepermukaan kanvas.
Teori lain tentang ekspresionisme juga menyebutkan, bahwa mazhab ini mengutamakan curahan batin sendiri secara bebas dan mengungkap perwatakan atas suatu gejala, lebih jauh sampai kepada pengungkapan renungan batin yang bebas dari kenyataan diluar dirinya.
Namun pada hakekatnya semua karya seni termasuk ekspresionisme, karena memang merupakan ekspresi seniman. Karya bersifat subjektif dan ungkapan sebebasnya dari seniman biasanya digolongkan ekspresionisme. Kemudian pelukis tidak melukiskan pandangan mata melainkan perasaan hati, bukan lahiriah tetapi kejiwaan, misalnya melukis panasnya “anglo” atau “tungku api” tidak dengan pewarnaan coklat tua warna asal bahan, melainkan merah membakar yang memancarkan panas diperkuat unsur garis sebagai peranan penting yang tidak boleh diabaikan, mengingat garis dapat melahirkan perwatakan atau ekspresi.
Baik warna maupun bentuk banyak yang diubah sedemikian rupa hingga mendorong pelukisan suasana warna dan bentuk. Bahkan Worringer pernah mengatakan bahwa karya-karya ekspresionisme kebanyakan terdapat suatu tendensi kearah individualistis pribadi-pribadi yang tidak menumbuhkan nilai sosialnya, tetapi justru yang hadir kesadaran terhadap isolasi orang lain disekitar kita. Kemudian pendapat Daumier, bahwa hal yang seyogyanya selalu kita lihat dalam menyoal individualistis karena adanya kesadaran seniman untuk mengisolasi diri dan menemukan inspirasi serta motivasinya diri sendiri.
Batasan yang paling spesifik perihal ekspresionisme kemudian terus bergulir bahkan berkembang mengarah kepada ”sesuatu” kecendrungan penggayaan/style, mazhab atau aliran seni lukis abad 20 yang lahir di Jerman yang dalam beberapa saat berkembang disana. Tokoh-tokoh berpengaruh diantaranya adalah Franz Marc (1880-1916) dengan melukis binatang bebas tanpa mempedulikan anatomi. Tiap warna yang dioleskan dan goresan garis mempunyai arti mendukung ungkapan perwatakannya. Tokoh lainnya diantaranya : Vincent Van Gogh, P. Gauguin. Henri Matisse, Andre Derrain












KUBISME

cenderung menampilkan unsur-unsur geometris dan warna-warna cerah di dalam bidang gambar sebagai ungkapan jiwa seorang pelukisnya. Sebenarnya kubisme merupakan suatu bentuk lukis yang mengolah objek gambar sedemikian rupa dari bentuk realis awalnya yang mengalami perubahan bentuk sesuai dengan kadar imajinasi seniman pencipta dengan memindahkan ke bentuk absraksi dari unsur-unsur geometris. Jadi pengertian Kubisme adalah suatu bentuk aliran seni lukis yang lebih cenderung untuk mengungkapkan suatu objek gambar dengan melakukan usaha-usaha yang telah diabstraksi ke dalam bentuk-bentuk geometri ( silindris maupun kubistis) untuk mendapatkan sensasi-sensasi estetis tertentu. Karya seni lukis kubisme termasuk ke dalam kelompok seni lukis kontemporer, yaitu karya seni yang berkembang pesat pada saat ini dengan pengungkapan imajinasi dan ekspresi yang sangat tinggi


Fauvisme

Segala hal yang berhubungan dengan pengamatan secara objektif dan realistis, seperti yang terjadi dalam lukisan naturalis, digantikan oleh pemahaman secara emosional dan imajinatif. Sebagai hasilnya warna dan konsep ruang akan terasa bernuansa puitis. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna di lapangan, tetapi mengikuti keinginan pribadi pelukis.
Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat. Akibatnya bentuk benda mudah dikenali tanpa harus mempertimbangkan banyak detail.
Pelukis fauvis menyerukan pemberontakan terhadap kemapanan seni lukis yang telah lama terbantu oleh objektivitas ilmu pengetahuan seperti yang terjadi dalam aliran impresionisme, meskipun ilmu-ilmu dari pelukis terdahulu yang mereka tentang tetap dipakai sebagai dasar dalam melukis. Hal ini terutama terjadi pada masa awal populernya aliran ini pada periode 1904 hingga 1907.








Dadaisme

Dada, adalah sebuah gerakan seni di awal abad 20, yang anggotanya bertujuan untuk menyindir secara konyol kebudayaan pada masa itu melalui rancangan seni pertunjukan, puisi, dan seni visual yang absurd. Para Dadais merangkul hal-hal yang luar biasa, irasional, dan yang bertentangan secara besar-besaran sebagai reaksi terhadap kebrutalan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tak dapat dipahami dalam Perang Dunia I (1914-1918). Karya mereka dipicu oleh keyakinan bahwa nilai-nilai nasionalisme kebudayaan Eropa yang tertancap kuat, militerisme, dan bahkan tradisi panjang filsafat rasional mempunyai andil yang besar atas terjadinya kengerian perang tersebut. Dada sering digambarkan sebagai nihilistik, yaitu menolak semua nilai-nilai moral; bagaimanapun juga, para Dadais menganggap gerakan mereka sebagai penegasan akan pentingnya hidup ketika menghadapi kematian. 





SUREALISME


Surealisme, adalah sebuah aliran seni dan kesusastraan yang menjelajahi dan merayakan alam mimpi dan pikiran bawah sadar melalui penciptaan karya visual, puisi, dan film. Surealisme diluncurkan secara resmi di Paris, Perancis, pada tahun 1924, ketika penulis Perancis Andre Breton menulis manifesto pertama surealisme, mengguratkan ambisi-ambisi akan kelahiran gerakan baru. (Breton menuliskan dua lagi manifesto surealis, pada tahun 1930 dan 1942). Gerakan tersebut segera menyebar ke wilayah lain di Eropa, juga ke wilayah Amerika Utara dan Selatan. Di antara kontribusi-kontribusi yang paling penting dari gerakan surealis adalah penemuan teknik artistik baru yang terhubung ke alam pikiran bawah sadar seniman.









Your Reply